Sangat Mencintai Harta Apakah Berpengaruh Terhadap Aqidah Seseorang
Soal:
Kebanyakan manusia sangat mencintai harta. Apakah hal itu berpengaruh terhadap aqidah mereka?
Jawaban:
Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rahimahullāh menjawab:
Sesungguhnya kecintaan kepada harta tidak berpengaruh terhadap aqidah dan tidak pula terhadap agama, selama kecintaan itu tidak melalaikan dari kewajiban atau amalan sunnah. Jika kecintaan kepada harta melalaikan dari kewajiban, maka kesibukan dengannya menjadi haram. Dan jika melalaikan dari amalan sunnah, maka menyibukkan diri dengan amalan sunnah lebih utama daripada menyibukkan diri dengan harta.
Dan wajib bagi seseorang dalam mengelola hartanya sesuai dengan syariat Islam. Maka ia tidak boleh melakukan transaksi yang mengandung kezaliman, riba, atau penipuan. Ia juga tidak boleh bermuamalah dengan manusia dengan mengklaim sesuatu yang bukan haknya, atau mengingkari kewajiban yang ada pada dirinya.
Kecintaan seseorang terhadap harta adalah perkara yang alami, sebagaimana firman Allah Ta‘ālā:
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا. فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا. فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا. فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا. فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعا. إِنَّ الإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ. وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ. وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ.
“Demi kuda perang yang berlari kencang terengah-engah, dan yang memercikkan bunga api (dengan pukulan kuku kakinya), dan yang menyerang (musuh) di waktu pagi, sehingga menerbangkan debu, lalu menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar kepada Rabb-nya, dan sesungguhnya dia menyaksikan (sendiri) keingkarannya itu, dan sesungguhnya dia sangat cinta kepada harta.” (QS. Al-‘Ādiyāt: 1–8)
Demikian juga dengan firman Allah Ta‘ālā:
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
“Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” (QS. Al-Fajr: 20)
Apabila kecintaan seseorang terhadap harta bertujuan untuk mengembangkannya agar digunakan dalam amal saleh, maka hal itu adalah kebaikan. Sebab sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang sholih.
Betapa banyak orang yang Allah kayakan, lalu Allah memberikan manfaat melalui harta mereka: untuk jihad di jalan Allah, menyebarkan ilmu, menolong orang yang kesusahan, dan berbagai kebaikan lainnya.

Komentar
Posting Komentar